Perkembangan Smartphone belum diimbangi dengan Kemampuan Filter dan Sharing Informasi
Perkembangan Smartphone
belum diimbangi dengan Kemampuan Filter dan Sharing Informasi
oleh: Heriyanto, M.Kom.
Heriyantolim.wordpress.com
/ mail.heriyanto@Gmail.com
Dalam
Bahasa Indonesia smartphone adalah telepon pintar, merupakan produk hasil
kemajuan dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang
kini menjadi trend tersendiri masyarakat Indonesia. Smartphone adalah
telepon Internet-enabled yang biasanya
menyediakan fungsi Personal Digital Assistant
(PDA) seperti fungsi kalender, buku agenda, buku alamat, kalkulator, dan
catatan (Gary B, Thomas J, dkk, 2007: 19). Dengan koneksi internet,
smartphone memberikan berbagai
keuntungan dan kemudahan bagi pengguna,
merubah berbagai aktivitas yang dilakukan pada dunia nyata ke dalam dunia
internet. SMS, Email, Bloging, Transaksi Banking, Jejaring Sosial, cari lokasi,
promosi, lowongan kerja, sharing
informasi, tugas kuliah, serta memberikan kemudahan untuk mengerjakan tugas
kantor.

Gambar 1. Peningkatan Pengguna Android
Di
Indonesia, pertumbuhan smartphone terus mengalami peningkatan. Menurut Vishnu
Singh, Regional Head of
ConsumerLabEricsson in Southeast Asia and Oceania, dalam keterangan
tertulis 6 Juni 2012, jumlah smartphone di Indonesia
diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat dalam waktu 12 bulan. 53 persen
pengguna internet Indonesia menunjukkan mereka mengakses internet melalui
telepon genggam. Berdasarkan data yang di himpun dari StatCounter Global Stats, di indonesia jumlah pengguna operating system (OS) android yang
merupakan OS untuk smartphone terus mengalami peningkatan sejak Januari sampai September 2012, bahkan jauh di atas jumlah pengguna OS BlackBerry
yang juga merupakan OS smartphone yang sangat diminati konsumen dengan aplikasi
BlackBerry Messenger (BBM). Head of VAS, Aplications and Device Management Group Telkomsel,
Gideon Edi Purnomo di Jakarta, Kamis (21/6), juga mengatakan pengguna android
di Indonesia tumbuh signifikan (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/12/06/21/m5ytj8-pengguna-android-tumbuh-1500-persen).

Gambar 2. Pengguna Facebook
Berdasarkan Umur
Walau demikian, ternyata pengguna smartphone di indonesia belum
sepenuhnya maksimal dalam penggunaan smartphone, khususnya pengguna dengan
kisaran umur 13-20 tahun yang merupakan pengguna
facebook terbesar di Indonesia, seperti terlihat pada gambar 2. Smartphone yang
memiliki kemampuan kian hebat hanya di gunakan lebih besar kepada jejaring
sosial seperti facebook, twitter dan BBM (khusus untuk Blackberry). Hasil penelitian yang dilakukan Ericsson
ConsumerLab menjelaskan, para pengguna ponsel pintar di Indonesia lebih
memilih berkomunikasi melalui jejaring sosial. Sekitar 66% pengguna ponsel
pintar selalu menggunakan jejaring sosial. Jika demikian tentunya browsing (mencari informasi di internet)
dan shurfing (browsing berpindah dari satu web ke web lain) untuk mendapatkan informasi yang diinginkan berada dibawah
penggunaan media sosial. Alangkah lebih memberikan keuntungan, apabila
smartphone digunakan untuk mengkases situs-situs berita resmi, situs-situs
jurnal ilmiah lokal dan internasional, pencarian informasi pendidikan (seperti
beasiswa dalam dan luar negeri) lowongan pekerjaan dan berjualan online. Meskipun banyak mereka yang
menggunakan media sosial untuk hal positif (misalnya: promosi, pendidikan,
berjualan, pemasaran) tetapi hal itu hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari
pengguna, lebih besar kepada hiburan, permainan (games online), musik, lelucon (jokes)
dan percakapan biasa (mengobrol melalui
media sosial).
“Handphone pintar belum tentu dimiliki oleh
pengguna yang pintar!”, itu mungkin kata-kata yang sedikit cocok untuk
melengkapi postingan ini. Dikutif dalam buku Grow Up Digital: How the Net
Generation is changing your world (Don Tapscott, 2009) kemampuan yang
dimiliki generasi internet (net geners)
adalah kemampuan filter dan sharing informasi. Generasi internet
memiliki peredam digital dalam dunia teknologi informasi. Kemampuan yang terus
berkembang untuk melakukan filter informasi, membedakan yang yang mana informasi yang belum
tentu kebenarannya atau informasi bohong (hoax) dan yang mana informasi yang
benar (yang mereka butuhkan). Pada keyataannya kebanyakan masyarakat indonesia
belum memiliki kemampuan filter
tersebut. Hoax dengan mudah mereka anggap benar dan langsung di share (disebar) pada teman-teman mereka.
Sebagai
contoh:
Dikutif
dari blog ioanerakhat.blogspot.com Berita-berita yang dilengkapi dengan foto-foto yang diberi
keterangan menyesatkan, tentang pembantaian Muslim Burma oleh teroris Buddhis,
beredar melalui media sosial Facebook, Twitter, BBM, dan sejumlah blog, serta
surat-surat kabar. Pernyataan dalam
sebuah account Facebook “Lima puluh ribu Muslim dibantai di Burma (Mayanmar) oleh para
teroris Buddhis, tapi dunia diam saja. Kaum Muslim dibunuh oleh orang-orang
lain dan mereka juga dipersalahkan sebagai para teroris---Di mana kemanusiaan?”.
Ternyata Berita itu adalah hoax, ditegaskan
oleh bantahan melalui web Skeptical Science ,20
Juli 2012.
Hoax dan share selalu berdampingan, kekuatan
penyebar hoax adalah share, share merupakan kunci utama hoax akan
populer atau tidak. Maka dari itu teknik yang digunakan oleh penyebar hoax
adalah chain letter (surat berantai)
yang dikirimkan melalui BBM atau berbagai macam cara. Cara yang digunakan yang
paling umum adalah memainkan psikologi pembaca, berupa memberikan tekanan bahwa
saya harus meneruskan atau menyebarkan pesan ini secara sekaligus pada semua
kontak yang terhubung (broadcase).
Sebagai
contoh:
Saya ambil dari blog blog.yur4kh4.net. Salah satu hoax yang pernah di broadcast
di BBM sekitar juni 2012. “Hati-hati dengan pin ini 27C06XXX jangan
pernah diterima, dia hacker. jika bisa di ignore, jangan di decline !! namanya
adalah "sebut saja MR X". dia dapat mengganti foto profil anda
menjadi foto bugilnya sendiri. dia bisa menghapus seluruh data dan kontak di BB
anda. dia bisa merusak BB anda dengan program-program tertentu. kirimkan pesan
ini kepada kontak-kontak yang ada di BB anda semua !! karena jika salah satu
orang di kontak anda terkena hack, maka anda mungkin dapat menjadi korban
selanjutnya...& jangan pelit untuk berbagi informasi...”
Analisis pesan:
Misalkan penerima pesan 500 orang, tentu dari lima
ratus tersebut ada yang percaya dan ada yang tidak, serta diantara penerima ada
yang penasaran. Ketika mereka sudah penasaran, maka langkah selanjutnya adalah
meng-invite (mengundang untuk di
terima) pin tersebut. Bagi yang tidak percaya mungkin akan menghapus (delete) pesan tersebut dan tidak
meneruskan, tetapi bagi yang percaya akan segera broadcase pesan tersebut,
sehingga invite berikutnya akan
segera datang. Penekanan perasaan juga dilakukan dengan kata-kata “jika salah satu orang di kontak anda terkena
hack, maka anda mungkin dapat menjadi korban selanjutnya”. Ketika psikologi
pembaca telah terpengaruh (dalam hal ini takut) maka dengan segera akan segera melakukan
broadcase keseluruh teman. Lalu apakah
keuntungan invite?, Jawabnya adalah
ketika telah terhubung pada banyak orang, atau masyarakat, tentunya akan dengan
mudah melakukan iklan dan promosi serta keuntungan-keuntungan lain yang telah
direncanakan.
Satu
lagi mengenai share pada Facebook. Pada
Facebook tidak sedikit pengguna share
cerita, foto dan keterangan mengenai para penderita penyakit (kangker, tumor, kelahiran
tidak normal, dll) disertai gambar tanpa sensor sedikitpun. Untuk lebih
mempengaruhi pembaca gambar tersebut dilengkapi dengan kata-kata yang sedikit
menyentuh. Saya ambil beberapa contoh dari account facebook:
gambar tidak di tampilkan
Gambar
ini merupakan salah satu share yang
beredar di facebook pertengahan September 2012. Sedangkan pada gambar terlihat
foto tersebut diambil apada tanggal 28/08/2010. Kemudian gambar tersebut
dilengkapi dengan kata-kata “facebook
will give 1$ for each share to this girl’s family..plz share this picture and
help this girl”.
Analisis pesan:
Jika
memang benar demikian, sangat disayangkan perusahaan dunia sebesar Facebook
baru akan menolong ketika banyak share!
Lalu, jika share sedikit, apakah
gadis tersebut akan ditolong, sampai kapan Facebook menunggu share. Jika Facebook mengiginkan trafik (yang membuka website Facebook)
tinggi untuk Facebook itu sendiri, mungkin juga tidak. Jadi ada apa kepentingan
dibalik foto ini?, jawabnya adalah untuk mempopularkan account Facebook yang pertama kali melakukan share. Hal tersebut dilakukan agar lebih banyak teman (pada account facebook) dan juga sebagai rasa
kebanggan karena apa yang ia lakukan berhasil ditiru dan diikuti banyak orang.
Sebagai tambahan, account yang
melakukan share ini adalah account artikel keagamaan, yang
menginginkan banyak pembaca termotivasi dan ajarannya lebih banyak dikenal.
gambar tidak di tampilkan
Gambar
seorang anak lahir cacat sedang menulis atau menggambar. Gambar tersebut
merupakan gambar yang bukan gambar aslinya (hasil edit), dilengkapi dan ditambahkan dengan nama yang melakukan edit dan alamat Facebook yang melakukan share, juga ditambah sedikit dengan
kata-kata inspirasi dan motivasi. Jadi jelas ada apa kepentingan dibalik ini.
Meski beberapa pembaca mungkin ada yang termotivasi dan tersentuh, tetapi
apakah kita bisa berbuat banyak untuk anak itu. Pertanyaan lain, apakah anak
dan keluarga si anak menginginkan foto mereka tersebar dengan berbagai versi yang berbeda dan mengharukan?. Sekali lagi
mari kita semua berpikir jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini
semua.
gambar tidak di tampilkan

Gambar 3. Foto Profile Facebook
Pernah
juga foto mayat berlumuran darah tanpa sensor beredar melalui Facebook, share terjadi terus menerus dan
berkelanjutan. Foto tersebut adalah foto mayat hasil perkelahian preman dengan
pedagang setempat, yang berujung pada kematian (gambar tidak ditampilkan). Foto mayat dengan darah segar diambil dengan Blackberry
ditempat kejadian dan menyebar dengan cepat. Pertanyaan untuk kita semua,
apakah keluarga korban menginginkan mayat keluarganya beredar dengan tanpa
sensor sedikitpun?. Apakah perasaan si keluarga jika mengetahui hal ini?.
Kepentingan dibaliknya adalah rasa kebanggan karena memiliki foto-foto suatu
kejadian yang sedang diperbincangkan orang. Dengan melakukan share, dirinya merasa bangga karena
memiliki foto kejadian yang sedang hangat dibicarakan, memberikan pada
teman-teman lain, dan broadcase agar
semua tau kalo dirinya hebat (kebanggaan pribadi).
Tidak
kalah serunya lagi, masa smartphone adalah masa yang mudah untuk terlihat exist (terlihat ada/ pamer/ nampang). Foto
seksi, foto berdua dengan kekasih, foto makanan enak yang akan mereka makan,
foto dengan mobil bagus, foto ditemapt rekreasi, foto sehabis mandi serta foto
yang menurutnya sedang cantik dan tampan sangat dengan mudah di upload (dikirimkan pada komputer/
website) dan beredar pada media sosial. Bagaimana jika foto-foto tersebut
disalah gunakan atau diambil keuntungan oleh mereka yang berkepentingan?,
misalnya dijadikan cover DVD Porno,
Terpangpang pada website porno dan prostitusi?.
Kasus
lainnya seperti: informasi kiamat, gempa, tzunami, kerusuhan, gosip, yang belum
tentu kebenarannya tetapi telah menyebar dan beredar dimasyarakat sehingga menghasilkan
permasalahan sosial di masyarakat.
Kesimpulan dan pesan
Hasil
teknologi membawa dampak perubahan terhadap pola sosial dimasyarakat. Teknologi
hendaknya dipahami sebagai alat untuk kita tetap berada dimasyarakat.
Penguasaan penggunaan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman dan
pengertian, serta kemampuan dasar yang harus dimiliki pada era teknologi
informasi dan komunikasi seperti sekarang ini.
Kemampuan menyaring informasi menjadi mutlak untuk
dikuasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pemahaman. Maka belajarlah
untuk dapat menyaring informasi, memfokuskan diri pada informasi-informasi yang
berguna, dan belajar mengurangi dan mengabaikan hal-hal yang tidak bermanfaat. Walaupun kempuan filter
akan muncul dengan sendirinya dari pengalaman dan intensitas penggunaan
internet, tetapi kemampuan tersebut harus segera dimiliki. Banyak kemajuan yang bisa kita dapatkan
dengan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, dan tidak setiap hal atau
perkataan dari orang lain harus mendapatkan
respon yang sama dari diri kita.
Kemampuan
filter, sharing, forwading
(meneruskan), memblokir, harus dimiliki oleh pengguna teknologi informasi dan
komunkasi yang terhubung dengan sumber-sumber informasi dunia. Lakukan sharing yang bermanfaat untuk diri
sendiri dan orang lain dengan tidak melanggar hak dan kebebasan orang lain. Bagaimana
jika sharing sumber-sumber beasiswa,
informasi seminar, motivasi dan inspirasi, jurnal ilmiah, informasi pendidikan,
artikel sosial, berita terkini, tips dan trik, e-book (buku elektronik), dan lowongan pekerjaan. Dengan share sesuatu yang bermanfaat untuk
orang lain, kita akan lebih berharga dimasyarakat ketimbang narsis, exist, keluh kesah, men-share kata-kata makian, men-share kata-kata kegalauan, serta berita
yang belum tentu kenbenarannya dan hanya
untuk kebanggan diri sendiri.
Informasi
yang demikian menyeluruh dan luas tentunya tidak semata-mata langsung diterima.
Sesuaikan dengan kebutuhan, jika tidak untuk kita, berikan untuk orang lain,
tentunya informasi yang benar, valid (data
yang benar), dan bermanfaat untuk orang yang kita share. Teknologi tidak sekadar ikut-ikutan, trend, dan kemampuan memilikinya, tetapi banyak berbagai ilmu
pengetahuan di dunia TIK yang harus kita miliki untuk menjadi bagian dari dunia
TIK khususnya dunia internet.
Referensi
Don Tapscott. 2009. Grow Up digital: How the Net Generation is
changing your world. The McGraw-Hill Companies, Inc. ISBN: 978-0-07-164155-5
.
Blackberry Indonesia Comunity. Macam-macam broadcast hoax. http://www.berryindo.com/forum/topic/share-macam-macam-broadcast-hoax/page/2 (di akses 21 September 2012).
Bayu Galih, Amal Nur Ngazis. 2012. Setahun, Smartphone di RI Tumbuh 3 Kali Lipat. http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/321901-setahun--smartphone-di-ri-tumbuh-3-kali-lipat (diakses 20 September 2012).
Republika online. 21 Juni 2012. Pengguna Android Tumbuh 1.500 Persen. http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/12/06/21/m5ytj8-pengguna-android-tumbuh-1500-persen (diakses 20 september 2012).
The Digital Life . 2012. Statistik Pengguna Facebook Indonesia. http://candraadiputra.blogspot.com/2012/07/statistik-pengguna-facebook-indonesia.html (diakses 21 September 2012).
Ioanes rakhmat. 2012. Isu Puluhan Ribu Muslim Rohingya Di Burma Sedang Dibantai: Di Mana Posisi Saya? http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/07/isu-puluhan-ribu-muslim-rohingya-di.html (dikases 20 September 2012).
Rakhjib Martapianur. 2012. Social engineering & Broadcast Blackberry messenger. http://blog.yur4kh4.net/2012/06/social-engineering-broadcast-blackberry.html (diakses 19 September 2012).
Wikan Danar Sunindyo. 2012. Memfilter Informasi. http://wikan.multiply.com/journal/item/546/MemfilterInformasi?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem (diakses 22 September 2012).