form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi    |    STOP PUNGLI !!! Kami TOLAK PUNGLI !!! Ada pungutan liar, laporkan ke: lapor@saberpungli.id ; Call Center: 0821 1213 1323; SMS: 1193 / 0856 8880 881 / 0821 1213 1323; Fax.: 021-345 3085   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi P2M
Publikasi P3M
Layanan Informasi
E-Journal
Kuliah Online
Repository
PPID
SW Penerbit
 
Berita
 
 
Dampingi Dirjen Bimas Buddha, Rektor Laporkan Rencana Aksi Pasca Perubahan Bentuk Menjadi IABN Sriwijaya kepada Menteri Agama RI
06-10-2026 | dibaca 1146 X

Audensi_1.png

Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Buddha, Rektor IABN Sriwijaya Tangerang dan Jajaran

Jakarta, 6 Oktober 2026 — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd. didampingi Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. beserta jajaran melaksanakan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. terkait peran Perguruan Tinggi Keagamaan di tengah dinamika dan isu nasional dan global.

Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut perubahan bentuk kelembagaan STABN Sriwijaya menjadi IABN Sriwijaya. Rencana aksi disampaikan sebagai langkah lanjutan untuk menata penyelenggaraan institusi setelah perubahan bentuk.

Dalam kesempatan ini, Rektor IABN Sriwijaya menyampaikan rencana tindak lanjut yang berkaitan dengan penyelenggaraan institusi setelah perubahan bentuk. Rencana aksi mencakup penataan kelembagaan dan tata kelola, penguatan penyelenggaraan akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta kebutuhan sarana dan prasarana. Langkah tersebut diperlukan untuk menyesuaikan penyelenggaraan perguruan tinggi dengan kedudukan IABN Sriwijaya sebagai institut.

Audensi_2.png

Menteri Agama RI dan Rektor IABN Sriwijaya Tangerang

Penataan kelembagaan meliputi penyelarasan tugas dan fungsi unit kerja, mekanisme koordinasi, administrasi kelembagaan, serta layanan akademik dan nonakademik. Pada bidang akademik, agenda tindak lanjut mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari agenda untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi institusi.

Sementara itu, kebutuhan sarana dan prasarana mencakup fasilitas pembelajaran, layanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta fasilitas pendukung lainnya yang disesuaikan dengan perkembangan IABN Sriwijaya sebagai perguruan tinggi berbentuk institut.

Perguruan Tinggi Keagamaan tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang.

Perubahan teknologi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, perubahan dunia kerja, isu lingkungan, perkembangan sosial dan budaya, hingga dinamika kehidupan beragama menjadi sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Dalam konteks nasional, Perguruan Tinggi Keagamaan juga memiliki peran dalam memperkuat literasi keagamaan, moderasi beragama, kehidupan kebangsaan, toleransi, serta kemampuan masyarakat untuk menghadapi perbedaan dan perubahan sosial.

Sementara dalam konteks global, Perguruan Tinggi Keagamaan dituntut untuk tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperluas jejaring akademik, serta mendorong penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat  saat ini.

Audiensi_3.png

Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Buddha dan Rektor IABN Sriwijaya Tangerang

Pendampingan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam penyampaian laporan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara IABN Sriwijaya dengan Kementerian Agama. Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan perkembangan institusi sekaligus memperoleh arahan terkait langkah yang perlu dilakukan setelah perubahan bentuk. 

Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. berpesan kepada Rektor IABN Sriwijaya agar kampus tidak hanya sebagai tempat masuk saja, tapi juga lulusannya harus memiliki peran, dampak dan manfaat yang nyata dalam dinamika masyarakat. “Input, output, outcome dan impact harus diwujudkan” pesan strategis Menteri kepada IABN Sriwijaya Tangerang.

Perubahan bentuk dari STABN Sriwijaya menjadi IABN Sriwijaya kini memasuki tahap tindak lanjut. Setelah perubahan kelembagaan, berbagai perangkat organisasi dan penyelenggaraan perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan kedudukan baru sebagai institut.

Melalui koordinasi dengan Kementerian Agama dan Ditjen Bimas Buddha, IABN Sriwijaya Tangerang terus mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan tinggi Buddha dalam kapasitas barunya sebagai institut.


#sriwijayauntuksemua
#jayasriwijaya

Penulis Berita : Mohamad Yogi Yanuar (Pranata Komputer Ahli Pertama)

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
PEACEFUL MUHARAM
STABN Sriwijaya mengukuti kegiatan Car Free Day menyambut 1 Muharam
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
Tetap Berusaha dan Pantang Menyerah
Kesuksesan
   
 
 
 
     
Berita
 
 
Cetak Sejarah Baru, IABN Sriwijaya Tangerang Raih Rekor MURI sebagai Institut Agama Buddha Negeri Pertama di Indonesia
IABN Sriwijaya Tangerang mencatatkan tonggak sejarah baru
   
Pesan Menteri Agama Republik Indonesia untuk IABN Sriwijaya: Kampus Harus Berdampak bagi Masyarakat dan Berlandaskan Agama
Pesan Menteri Agama untuk Sivitas Akademika IABN Sriwijaya
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
Menghadapi Kegundahan tentang Masa Depan: Menemukan Tenang di Tengah Ketidakpastian
Masa depan selalu menjadi topik yang menarik sekaligus menantang untuk dibicarakan
   
Paus dan Semiotika Pesan Bagi Indonesia
Jika saya bertemu langsung dengan Bapa Suci Paus, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, saya akan bingung menyapa beliau dengan salam apa?
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA