Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 "Exploring The Great Barrier: Unleashing Potential, Embracing Resilience" Selamat Datang Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya
Tangerang, 4 Agustus 2026 – Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya secara resmi menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 dengan mengusung tema "Exploring The Great Barrier: Unleashing Potential, Embracing Resilience". Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai yang menjadi identitas STABN Sriwijaya sebagai perguruan tinggi keagamaan Buddha yang unggul, adaptif, dan berkarakter.
PBAK diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi yang telah resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar STABN Sriwijaya. Acara pembukaan berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh Ketua STABN Sriwijaya, para Wakil Ketua, Ketua Senat, para dosen, dan tenaga kependidikan.
Mengusung semangat kebersamaan dan transformasi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang orientasi bagi mahasiswa baru, tetapi juga momentum untuk menanamkan karakter, integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat belajar sepanjang hayat sebagai bekal menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Ketua STABN Sriwijaya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih STABN Sriwijaya sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
"Selamat datang di keluarga besar STABN Sriwijaya. Hari ini bukan sekadar awal perkuliahan, tetapi awal perjalanan untuk membangun masa depan. Saudara adalah generasi yang akan membawa perubahan bagi masyarakat, agama, dan bangsa. Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk belajar, berkarya, berorganisasi, dan mengembangkan potensi diri secara maksimal," ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan inovasi, menjaga persatuan, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Tema "Exploring The Great Barrier: Unleashing Potential, Embracing Resilience" mengandung makna bahwa setiap mahasiswa memiliki tantangan dan "batas" yang harus dihadapi selama menjalani pendidikan tinggi. Batas tersebut dapat berupa keterbatasan pengetahuan, pengalaman, rasa percaya diri, maupun perubahan lingkungan belajar.
Melalui PBAK, mahasiswa diajak untuk berani melampaui berbagai tantangan tersebut dengan terus menggali potensi yang dimiliki, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun kreativitas, serta menumbuhkan daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Ketangguhan (resilience) menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era global. Kemampuan untuk bangkit dari kesulitan, beradaptasi terhadap perubahan, serta terus belajar menjadi modal utama dalam menghadapi perkembangan teknologi, dunia kerja, dan tantangan masa depan.
Selama pelaksanaan PBAK, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan akademik di STABN Sriwijaya. Materi yang diberikan meliputi sistem pendidikan tinggi, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), etika akademik, budaya riset, pemanfaatan teknologi pembelajaran, layanan akademik, hingga tata tertib kehidupan kampus.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan visi, misi, nilai-nilai institusi, serta berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, seperti perpustakaan, laboratorium, pusat teknologi informasi, organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Pengenalan tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik serta memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika STABN Sriwijaya.
Selain memberikan pemahaman mengenai sistem akademik, PBAK juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa. Berbagai materi mengenai integritas, etika, kepemimpinan, moderasi beragama, anti kekerasan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta pencegahan kekerasan seksual disampaikan sebagai bekal dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bermartabat.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan Buddha, STABN Sriwijaya menanamkan nilai-nilai luhur Dhamma seperti mett? (cinta kasih), karu?? (welas asih), mudit? (turut berbahagia), upekkh? (keseimbangan batin), serta paññ? (kebijaksanaan) sebagai fondasi pembentukan karakter mahasiswa.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik sebagai bagian dari proses pengembangan diri yang holistik. Kampus menyediakan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berprestasi dalam bidang ilmiah, seni, olahraga, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, maupun kompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 menjadi awal perjalanan yang penuh harapan bagi seluruh mahasiswa baru STABN Sriwijaya. Melalui tema "Exploring The Great Barrier: Unleashing Potential, Embracing Resilience," kampus mengajak setiap mahasiswa untuk berani bermimpi, terus belajar, menghadapi tantangan dengan optimisme, serta mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
#sriwijayauntuksemua
#jayasriwijaya
Penulis Berita : Mohamad Yogi Yanuar (Pranata Komputer Ahli Pertama)