STABN Sriwijaya Gelar Kuliah Umum Dosen Praktisi Mengajar Bersama Esoterika Fellowship Program:
Tangerang, 11 November 2025 – Dalam upaya memperkaya wawasan sivitas akademika tentang keterhubungan antara nilai-nilai spiritualitas dan perkembangan teknologi modern, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum Dosen Praktisi Mengajar bertema “Dialog Spiritualitas dan Teknologi: Perjumpaan Buddhisme, Islam, dan Tantangan AI.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Gedung Perkuliahan STABN Sriwijaya diikuti secara antusias oleh para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Ahmad Gaus AF dan Budhy Munawar Rachman yang berfokus pada upaya mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Dalam sambutannya, Ketua STABN Sriwijaya, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari komitmen kampus untuk memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kemanusiaan dalam menghadapi arus globalisasi teknologi.
“Kita sedang hidup di zaman ketika teknologi berkembang begitu cepat, termasuk AI yang mampu mengubah cara kita berpikir dan berinteraksi. Namun, di tengah kemajuan itu, kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai spiritualitas, moralitas, dan kebijaksanaan yang menjadi inti ajaran agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bagaimana Buddhisme dan Islam dapat berjumpa dalam ruang dialog yang sehat untuk merespons tantangan teknologi dengan bijaksana dan manusiawi.” ujar Ketua STABN Sriwijaya.
Para pembicara menyoroti berbagai aspek penting dalam hubungan antara teknologi dan agama, seperti etika penggunaan kecerdasan buatan, dampaknya terhadap kemanusiaan, serta peluang bagi agama dalam membentuk arah moral perkembangan teknologi.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana nilai-nilai compassion dan keadilan sosial dalam Islam dapat diterapkan dalam dunia yang kian didominasi oleh sistem otomatisasi dan algoritma.
Narasumber dari Esoterika Fellowship Program menegaskan bahwa AI seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang harus diarahkan untuk kebaikan umat manusia, dengan berlandaskan kebijaksanaan spiritual dan nilai-nilai universal lintas agama.
Kolaborasi antara STABN Sriwijaya dan Esoterika Fellowship Program merupakan bagian dari implementasi kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Dosen Praktisi Mengajar ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk memperluas perspektif dan memahami fenomena kontemporer dari sudut pandang spiritualitas lintas tradisi.
“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen STABN Sriwijaya untuk membuka ruang dialog lintas agama yang produktif dan konstruktif, sekaligus menyiapkan generasi muda yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual,” ungkap salah satu dosen pembimbing kegiatan.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama mengenai peran mahasiswa dan akademisi dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Para peserta diharapkan dapat membawa semangat dialog ini dalam kehidupan akademik dan sosial mereka, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa yang berlandaskan kebijaksanaan, toleransi, dan kedamaian.
#sriwijayauntuksemua
#jayasriwijaya
Penulis Berita : Mohamad Yogi Yanuar (Pranata Komputer Ahli Pertama