Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Call for Papers Jurnal Sati Sampajanna No. 7 Tahun 2018, kirimkan artikel Anda ke jurnal.satisampajanna@gmail.com , keterangan lebih lanjut silahkan ke kolom PUBLIKASI P3M   |    Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi    |    STOP PUNGLI !!! Kami TOLAK PUNGLI !!! Ada pungutan liar, laporkan ke: lapor@saberpungli.id ; Call Center: 0821 1213 1323; SMS: 1193 / 0856 8880 881 / 0821 1213 1323; Fax.: 021-345 3085   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Kuliah Jarak Jauh
Area Mahasiswa  -  Dosen
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi
 
Artikel
 
 
EFEKTIVITAS TEKNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII SMP JAYA MANGGALA TANGERANG BANTEN
07-03-2018 | dibaca 439 X

EFEKTIVITAS TEKNIK HYPNOTEACHING
UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII
SMP JAYA MANGGALA TANGERANG BANTEN

Guntur Vimala Dharma Putra
Gunturvimaladharmaputra@gmail.com


Pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah ataupun luar lingkungan sekolah. Kualitas lembaga pendidikan dipengaruhi oleh mutu proses pembelajaran. Proses pembelajaran berperan penting dalam lembaga pendidikan untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan meningkatkan minat belajar serta hasil belajar yang tinggi. Guru sebagai pendidik harus mampu menjalankan tugas dengan baik dalam proses pembelajaran agar menyenangkan dan menumbuhkan minat belajar bagi siswa. Pendidikan berperan penting untuk menjadikan peserta didik memiliki kualitas yang baik dan berkompeten. Guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan tersebut masih banyak mengalami permasalahan di sekolah. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Indonesia masih banyak yang pasif sehingga tujuan atau visi dari lembaga pendidikan tidak tercapai. Tidak tercapainya tujuan proses pembelajaran disebabkan oleh rendahnya kualitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang kurang menarik.

Untuk tercapainya tujuan pendidikan guru harus menciptakan proses pembelajaran yang menarik. Berkomunikasi dibutuhkan oleh guru agar mampu menciptakan pengelolaan kelas dengan baik dan tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru dapat menerapkan teknik atau metode pembelajaran untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran. Guru dalam melakukan penerapan teknik atau metode pembelajaran kurang menarik dapat menyebabkan banyaknya siswa yang mempunyai nilai di bawah standar ketuntasan minumum (KKM). Guru dapat menerapkan teknik atau metode pembelajaran untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Penerapan teknik atau metode pembelajaran oleh guru dapat menjadikan siswa lebih mandiri.

Di Indonesia saat ini banyak sekali guru yang merasakan kegagalan dalam mendidik siswa disebabkan banyaknya siswa yang pasif dalam belajar yang mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa dan berdampak pada prestasi siswa. Penyebab rendahnya minat belajar siswa berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Kurangnya konsentrasi sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Banyak sekali siswa yang belum konsentrasi penuh dalam pembelajaran sehingga mengakibatkan rendahnya minat belajar. Keluarga juga menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi minat belajar. Siswa merasa tertekan dengan peraturan keluarga sehingga merasakan kesulitan dalam belajar. Faktor lingkungan juga dapat menimbulkan rendahnya minat belajar siswa. Banyak orangtua yang membiarkan anaknya bergaul bebas tanpa pengawasan yang ketat sehingga siswa kurang belajar.

Rendahnya minat belajar siswa juga mempengaruhi prestasi siswa. Banyak sekali siswa yang prestasinya menurun diakibatkan rendahnya minat belajar. Lingkungan sekolah juga menjadi penyebab rendahnya minat belajar. Siswa lebih cenderung pasif dan bermain di sekolah sehingga berdampak pada prestasi siswa. Guru yang monoton dalam menerapkan teknik atau metode dalam pembelajaran menjadi penyebab rendahnya minat belajar siswa. Guru umumnya hanya melakukan proses pembelajaran dan hanya memberikan tugas kepada siswa.

Rendahnya minat belajar siswa dikarenakan guru dalam pengelolaan kelas yang kurang baik. Pengelolaan kelas yang baik sangat diperlukan dalam pembelajaran. Guru yang pasif dalam menggunakan metode kurang menarik sehingga banyak siswa yang melakukan keributan yang tidak sesuai dengan pembelajaran di kelas. Rendahnya minat belajar disebabkan oleh kurangnya pelatihan khusus bagi guru. Kurangnya kreativitas guru dalam pembelajaran menjadikan pembelajaran kurang menarik dan menyebabkan rendahnya minat belajar. Guru dalam pengelolaan kelas dibutuhkan keahlian khusus untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa. Keributan, kemalasan siswa dalam pembelajaran menjadi penyebab rendahnya minat belajar yang dapat mempengaruhi nilai atau prestasi. Peran guru dalam menerapkan teknik atau metode pembelajaran sangat penting untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa. Dibutuhkan guru yang aktif dan kreatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Guru dalam mewujudkan mutu harus aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa malas mencatat pembelajaran merupakan penyebab rendahnya minat belajar. Diperlukan guru yang aktif dan kreatif untuk mengatasi rendahnya minat belajar. Guru yang kreatif dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi menarik sehingga siswa giat untuk mencatat pembelajaran. Guru yang aktif dan kreatif harus mampu menerapkan metode atau teknik pembelajaran yang kreatif sehingga siswa dapat berpikir secara mandiri dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Guru dalam menerapkan metode atau teknik yang efektif maka akan mempermudah siswa dalam mengerjakan tugas. Siswa malas mengerjakan tugas dalam pembelajaran disebabkan penerapan teknik atau metode guru dalam proses pembelajaran kurang menarik sehingga siswa merasa kesulitan. Guru dalam mengatasi kesulitan siswa dalam mengerjakan tugas dengan menggunakan teknik atau metode yang efektif.

Rendahnya minat belajar siswa disebabkan penerapan metode atau teknik yang sesuai oleh guru kurang bervariasi. Siswa cenderung aktif ketika dalam belajar dapat menjadikan dirinya nyaman dan senang sehingga dibutuhkan guru yang aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran untuk mengatasi rendahnya minat belajar. Pembelajaran yang menarik dapat mengatasi rendahnya minat belajar yang dialami oleh siswa.

Sekolah Menengah Pertama Jaya Manggala adalah lembaga pendidikan yang bertempat di Tangerang Banten yang mempunyai visi dan misi yang baik dalam pendidikan yaitu menciptakan lulusan yang berkompetensi. Guru berperan penting dalam mewujudkan visi dan misi lembaga pendidikan tersebut. Sesuai dengan penjelasan rendahnya minat belajar siswa di atas, penulis melakukan observasi pada mata pelajaran agama Buddha di kelas VIII SMP Jaya Manggala Tangerang Banten pada Rabu 28 September 2016 dan 9 Januari 2017. Penulis melakukan studi awal dan mendapatkan hasil bahwa pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Jaya Manggala Tangerang Banten masih terdapat siswa yang mempunyai minat belajar rendah. Rendahnya minat siswa tersebut disebabkan karena guru menerapkan pembelajaran kurang menarik, masih banyak siswa yang nilainya di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75, siswa pasif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha, guru dalam menjelaskan monoton, siswa melakukan keributan sendiri di kelas, siswa malas mencatat pelajaran, siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas, rendahnya minat belajar siswa, dan siswa bosan.

Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha siswa pasif dikarenakan guru menerapkan teknik atau metode pembelajaran kurang menarik sehingga siswa bosan, faktor rendahnya minat belajar siswa dalam proses pembelajaran dapat diketahui ketika siswa banyak yang mengobrol saat proses pembelajaran. Keributan siswa di kelas yang disebabkan pembelajaran yang kurang menyenangkan sehingga menyebabkan siswa menjadi tidak fokus. Ketidak fokusan dalam belajar menyebabkan siswa kelas VIII malas mencatat materi pembelajaran. Kemalasan tersebut disebabkan terlalu banyaknya materi pembelajaran sehingga siswa tidak fokus dan menyebabkan rendahnya minat belajar siswa.

Sesuai dengan permasalahan di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjudul “Efektifitas Teknik Hypnoteaching untuk Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Buddha Siswa Kelas VIII SMP Jaya Manggala Tangerang Banten”. Penulis tertarik melakukan penelitian tindakan kelas tersebut yaitu untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar Pendidikan Agama Buddha siswa kelas VIII di SMP Jaya Manggala Tangerang Banten dengan menggunakan teknik hypnoteaching.

Penulis melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut dikarenakan minat belajar Pendidikan Agama Buddha siswa kelas VIII di SMP Jaya Manggala Tangerang Banten masih rendah. Mengingat pentingnya minat belajar siswa pada mata pelajaranPendidikan Agama Buddha guru harus mampu menjadikan proses pembelajaran yang efektif yaitu dengan menerapkan teknik atau metode pembelajaran yang menarik, sehingga siswa tidak bosan dan dapat berpikir secara mandiri. Metode yang dapat digunakan dalam penelitian (PTK) adalah dengan menerapkan metode atau teknik hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang menciptakan komunikasi di bawah sadar. Pengertian hypnoteaching atau hipnosis yaitu komunikasi di bawah sadar yang mampu mengubah tingkat kesadaran siswa menjadi lebih mandiri. Hypnoteaching yaitu metode pembelajaran yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam mengatasi permasalahan dalam pembelajaran.

Seorang guru yang aktif dan kreatif dapat menggunakan metode hypnoteaching tersebut untuk mempermudah dalam pembelajaran. Guru dan siswa akan aktif dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas VIII. Metode atau teknik hypnoteaching berfungsi menciptakan suasana dalam proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Siswa secara langsung dapat aktif dalam gerakan maupun komunikasi dan mampu mengingat pembelajaran yang baik serta dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha.

Berdasarkan masalah di atas, penulis menentukan pembatasan masalah yaitu upaya mengatasi rendahnya minat belajar mata pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dengan teknik hypnoteaching. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk mengetahui keefektifan teknik hypnoteaching dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Buddha siswa kelas VIII SMP Jaya Manggala.


Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Pembukaan KKN XII / 2018, Ketua STABN: “Small is Beautiful”
Pembukaan KKN XII Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Ketua STABN Sriwijaya
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 1
Hari ini : 111
  Kemarin : 139
  Minggu ini : 736
  Minggu Kemarin : 926
Bulan kemarin : 4828
  Total : 183685
 
Berita
 
 
Aksi Nyata Posko IV (KKN XII Tahun 2018)
Posko IV mempunyai enam program pokok, satu program penunjang, dan lima program tambahan
   
Rangkaian Acara Waisak 2562 BE / 2018
STABN Sriwijaya mengadakan serangkaian acara dalam menyongsong Hari Waisak
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
EFEKTIVITAS TEKNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII SMP JAYA MANGGALA TANGERANG BANTEN
Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Siswa secara langsung dapat aktif dalam gerakan maupun komunikasi dan mampu mengingat pembelajaran yang baik
   
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT ORANGTUA MENYEKOLAHKAN ANAK DI NAVA DHAMMASEKHA KARUNA
Fungsi dari TK adalah untuk membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA