Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili   |    Dirgahayu Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama Tahun 2020 "Umat Rukun, Indonesia Maju"   |    Selamat atas dilantiknya Jenderal (Purn.) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama Republik Indonesia   |    Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi    |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi P2M
Publikasi P3M
 
Artikel
 
 
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS X AKUNTANSI 1 SMK DHARMA WIDYA
23-02-2018 | dibaca 633 X

EFEKTIVITAS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
KELAS X AKUNTANSI 1 SMK DHARMA WIDYA

Eka Yeli Febriani
Ekayelifebriani22@Gmail.com


Pendidikan merupakan kunci kesuksesan untuk peserta didik karena sebagai media proses perubahan tingkah laku menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan menjadi anggota masyarakat yang baik. Pendidikan diperlukan sebagai suatu upaya menjadikan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dengan memberikan pembelajaran di sekolah dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pembelajaran merupakan kegiatan paling pokok dalam pendidikan di sekolah yang diharapkan dapat membantu ilmu pengetahuan serta menstimulasi kemampuan berpikir peserta didik, sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan rasa ingin tahu peserta didik.

Kenyataannya belum semua pembelajaran dapat menstimulasi kemampuan berpikir, khususnya berpikir kritis. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor seperti kompetensi guru, perencanaan pembelajaran, metode, media, sarana, lingkungan dan faktor internal peserta didik. Contohnya di SMK Dharma Widya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas X Akuntansi 1 guru masih menggunakan metode ceramah ketika menyampaikan materi pembelajaran. Guru lebih aktif dibandingkan peserta didik sehingga membuat peserta didik tidak serius, ribut sendiri, mengobrol bahkan tertidur dalam pembelajaran serta tidak memiliki minat membaca materi yang sedang dipelajari. Selain itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Buddha yang dirancang guru tidak sesuai dengan proses pembelajaran yang dilakukan dan tidak bervariasi.

Berdasarkan kenyataan pembelajaran dan RPP Pendidikan Agama Buddha dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas X Akuntansi 1 SMK Dharma Widya belum mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis, sehingga menyebabkan peserta didik tidak mampu belajar secara mandiri dan tidak mampu membedakan informasi yang valid atau tidak dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Hasruddin (2009: 51) dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis pelajar dapat mencermati berbagai pendapat orang lain yang berbeda maupun sama.

Fisher (2009: 10) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah suatu proses berpikir yang terjadi pada seseorang serta bertujuan untuk membuat keputusan-keputusan yang rasional mengenai sesuatu yang dapat diyakini kebenarannya. Oleh karena itu perlu adanya stimulus agar peserta didik lebih berpikir kritis. Cara untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis peserta didik salah satunya pendekatan saintifik. Abdul Majid (2014: 195) menyatakan bahwa pendekatan saintifik menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerja sama di antara peserta didik dalam setiap permasalahan di pembelajaran. Pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik peserta didik diajak melakukan aktivitas-aktivitas pembelajaran seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan (M. Hosnan, 2014: 39). Aktivitas-aktivitas tersebut bisa dilanjutkan dengan kegiatan mencipta (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016: 29).

Ridwan Abdullah Sani (2014: 72) menyebutkan bahwa karakteristik pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik yaitu bertanya sebagai pemicu kreativitas. Kemampuan merumuskan pertanyaan sangat dibutuhkan untuk memancing peserta didik berpikir. Menurut M. Hosnan (2014: 36) tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yaitu, meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah dengan sistematik, terciptanya kondisi pembelajaran dengan siswa merasa bahwa belajar itu merupakan kebutuhan, melatih siswa mengomunikasikan ide-ide dan mengembangkan karakter siswa.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik membuat peserta didik lebih aktif mencari, mengumpulkan, dan menyajikan informasi secara mandiri sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, peserta didik mampu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi dan mampu memberikan pendapat dengan logis. Hal tersebut telah mencirikan peserta didik memiliki kemampuan berpikir kriris. Zubaedi (2012: 241) menyatakan bahwa berpikir kritis memiliki ciri-ciri seperti, mencari kejelasan pernyataan atau pertanyaan, mencari alasan yang logis, memperoleh informasi yang benar, menggunakan sumber yang dapat dipercaya, mempertimbangkan keseluruhan situasi, dan mencari ketepatan suatu masalah. Berdasarkan kemampuan berpikir kritis peserta didik juga mampu memberi manfaat bagi peserta didik. Johnson (2010: 201) menyatakan bahwa manfaat dari berpikir kritis yaitu seseorang akan mampu memecahkan suatu masalah, mengambil keputusan yang rumit, dan membuat pertimbangan dalam mengambil tindakan moral.

Oleh karena itu masalah pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di kelas X Akuntansi 1 SMK Dharma Widya diatasi dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Penulis melakukan penyelesaian masalah pembelajaran tersebut menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X Akuntansi 1 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Tujuan yang dilakukan adalah agar peserta didik kelas X Akuntansi 1 di SMK Dharma Widya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha melalui pendekatan saintifik.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis membatasi dan memfokuskan penelitian pada efektivitas pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di kelas X Akuntansi 1 SMK Dharma Widya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan efektivitas penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas X Akuntansi 1 di SMK Dharma Widya.


Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Peringatan Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia
"SDM Unggul Indonesia Maju"
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 2
Hari ini : 129
  Kemarin : 239
  Minggu ini : 1325
  Minggu Kemarin : 1251
Bulan kemarin : 5353
  Total : 273046
 
Berita
 
 
PENGUMUMAN JADWAL SKD CPNS KEMENAG 2019
PENGUMUMAN JADWAL SKD CPNS KEMENAG 2019
   
LOWONGAN CPNS KEMENTERIAN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2019
Pada tahun anggaran 2019 Kementerian Agama membuka 5.815 lowongan CPNS yang terdiri dari 6 jenis jabatan dan akan tersebar di 143 satuan kerja.
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
PENERAPAN SEVEN HABITS SISWA KELAS XII SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD
Tujuh kebiasaan bukanlah seperangkat formula pemberi semangat yang terpisah melainkan selaras dengan hukum alam
   
Pola Pembelajaran Sekolah Minggu Buddha di Vihara Dhamma Metta Tangerang Banten
Seorang guru harus bekerja sama dengan anak didik pada saat pembelajaran berlangsung serta menciptakan suasana yang nyaman
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA