Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi   |    STOP PUNGLI !!! Kami TOLAK PUNGLI !!! Ada pungutan liar, laporkan ke: lapor@saberpungli.id ; Call Center: 0821 1213 1323; SMS: 1193 / 0856 8880 881 / 0821 1213 1323; Fax.: 021-345 3085   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Kuliah Jarak Jauh
Area Mahasiswa  -  Dosen
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi
 
Artikel
 
 
PERILAKU KEAGAMAAN SISWA BUDDHIS DI SMA NEGERI 1 DONOROJO KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH
15-02-2018 | dibaca 16 X

PERILAKU KEAGAMAAN SISWA BUDDHIS DI SMA NEGERI 1
DONOROJO KABUPATEN JEPARA
PROVINSI JAWA TENGAH

DENNY WIDI KURNIAWAN
NIM 0250113010522


Agama menyangkut kehidupan lahir batin manusia. Kesadaran agama dan pengalaman agama seseorang bisa menggambarkan sisi-sisi batin dalam kehidupan yang ada kaitannya dengan sesuatu yang sakral dan dunia gaib. Kesadaran agama dan pengalaman agama ini kemudian tertanam pada sikap seseorang pada kehidupan sehari-harinya di masyarakat.

Sikap keagamaan merupakan suatu yang ada dalam diri seseorang untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar kualitas atau kepatuhan dalam beragama. Sikap keagamaan tersebut adanya konsistensi antara kepercayaan seseorang terhadap agama sebagai unsur kognitif, perasaan terhadap agama sebagai unsur efektif dan perilaku terhadap agama sebagai aspek kecenderungan berperilaku dalam situasi tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Jadi, sikap keagamaan merupakan kesatuan antara pengetahuan agama, perasaan agama serta sikap keagamaan dalam diri seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa sikap keagamaan menyangkut erat terhadap gejala kejiwaan ataupun tingkah laku pada manusia itu sendiri.

Perilaku secara umum merupakan segala perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Perilaku adalah suatu aksi dan reaksi suatu organisme terhadap lingkungannya. Hal ini berarti bahwa perilaku baru berwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan. Suatu rangsangan tentu akan menimbulkan perilaku pula proses pembentukan dan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari individu itu sendiri seperti motivasi, pengalaman dan belajar. Motif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi atau penyebab timbulnya perilaku, dengan aktifitas yang mereka lakukan akan mengarahkan menuju perilaku seorang individu.

Perilaku keagamaan terbentuk menjadi dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern merupakan hal-hal yang datang dari dalam diri manusia atau faktor bawaan lahir. Contoh yang menjadi faktor intern adalah faktor kognitif, mengacu pada manusia yang memiliki mental masih abstrak mereka hanya mengkaji isu-isu agama dan berpatokan pada dasar-dasar agama tanpa memperdalaminya lebih lanjut. Faktor ekstern merupakan hal-hal yang datang atau ada di luar diri manusia yang meliputi lingkungan dan pengalaman berinteraksi. Contoh faktor ekstern dari lingkungan keluarga adalah citra kebapakan, seperti tingkah laku , gaya berbicara, hal itu akan tertanam pada anaknya karena anak memiliki sifat meniru dari orang tua.

Perkembangan keagamaan pada usia remaja menjadi hal menarik untuk diperbincangkan. Usia remaja merupakan masa-masa dimana remaja mengalami kebingungan terhadap keyakinan yang dianutnya. Perkembangan agama pada para remaja ditandai oleh beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya. Menurut W. Starbuck perkembangan itu antara lain pertumbuhan pikiran dan mental, perkembangan perasaan, pertimbangan sosial, dan ibadah (aktivitas keagamaan). Demikian juga yang terjadi pada siswa beragama Buddha di SMAN Donorojo.

SMAN Donorojo memiliki jumlah siswa keseluruhan 800 siswa, untuk siswa yang beragama Buddha terdapat 50 siswa dari keseluruhan kelas satu sampai kelas tiga, untuk siswa beragama kristen berjumlah 200 siswa, dan untuk siswa yang beragama Islam berjumlah 550 siswa. Melihat sebaran tersebut, SMAN 1 Donorojo memiliki keragaman dari sisi agama. Hal itu memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa yang berbeda agama dan dapat mempengaruhi perilaku keagamaan siswa tersebut pada saat di dalam kelas maupun saat di luar kelas.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pendidikan agama Buddha ditemukan fakta bahwa siswa memiliki kecenderungan bertingkah laku menyeleweng dari aturan yang ditetapkan sekolah. Beberapa fenomena yang tampak antara lain siswa enggan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah, ini dikarenakan karena faktor dari diri sendiri yang tidak memiliki virya (semangat) dan juga memungkinkan faktor dari tidak adanya tempat ibadah di sekolah sehingga siswa enggan mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Upaya pembentukkan perilaku siswa yang baik perlu adanya peranan guru yang tegas dalam mengatur siswanya. Antusias siswa mengikuti kegiatan ekstra kulikuler juga relatif rendah. Menurut wakil kepala sekolah hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kesadaran siswa untuk berkembang dibidang akademik maupun di non akademik. Lebih lanjut Bu Istini, selaku guru Pendidikan Agama Buddha menekankan pentingnya kedisiplinan bagi siswa yang beragama Buddha.

Oleh karena itu, menarik untuk mengetahui perilaku keagamaan siswa di SMAN 1 Donorojo, peran guru Pendidikan Agama Buddha dalam pembentukan perilaku siswa, serta kebijakan sekolah dalam memfasilitasi kehidupan keagamaan siswa beragama Buddha di sekolah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perilaku Keagamaan Siswa Buddhis di SMA Negeri 1 Donorojo”.


Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama Tahun 2018
Menandai dimulainya HAB, kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman kampus STABN Sriwijaya pada pagi hari pukul 07.30 WIB
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 1
Hari ini : 75
  Kemarin : 107
  Minggu ini : 688
  Minggu Kemarin : 579
Bulan kemarin : 2802
  Total : 161691
 
Berita
 
 
Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiwa Baru STAB NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2017-2018
Hari pertama dan hari kedua PKKMB dilaksanakan di Aula Lantai III STABN Sriwijaya, hari ketiga mereka outbound
   
STABN Sriwijaya Mendidik Mahasiswa Buddhistik dan Berbudi Luhur (Wisuda Sarjana X STABN Sriwijaya)
Acara wisuda diisi juga dengan berbagai acara kesenian, diantaranya yaitu Paduan Suara, Tari Gending Sriwijaya, dan Tari Pundarika
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SMK TRI RATNA JAKARTA
Peneliti mengharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran kepemimpinan kepala sekolah bercirikan Buddhis & dapat menjadi referensi
   
PERILAKU KEAGAMAAN SISWA BUDDHIS DI SMA NEGERI 1 DONOROJO KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH
Perkembangan keagamaan pada usia remaja menjadi hal menarik untuk diperbincangkan. Usia remaja merupakan masa-masa dimana remaja mengalami kebingungan
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA