Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi   |    STOP PUNGLI !!! Kami TOLAK PUNGLI !!! Ada pungutan liar, laporkan ke: lapor@saberpungli.id ; Call Center: 0821 1213 1323; SMS: 1193 / 0856 8880 881 / 0821 1213 1323; Fax.: 021-345 3085   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Kuliah Jarak Jauh
Area Mahasiswa  -  Dosen
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi
 
Artikel
 
 
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI GURU PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SEKOLAH PERGURUAN BUDDHI
14-02-2018 | dibaca 16 X

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI
GURU PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
DI SEKOLAH PERGURUAN BUDDHI

Deassyana Taradipa
deassyanataradipa@yahoo.com


Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan siswa beserta lingkungan belajarnya. Di dalam proses pembelajaran, terdapat suatu transfer ilmu yang terjadi antara guru dan siswa. Interaksi antara guru dan siswa menggambarkan proses pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada siswa. Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 1 ayat 20, pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.

Belajar tidak lepas dari lingkungan pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan yang menunjang pendidikan formal yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan informal merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan untuk membentuk sikap belajar mandiri.

Proses pembelajaran yang dialami siswa akan mengakibatkan perubahan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Di dalam pembelajaran terdapat interaksi timbal balik antara siswa dan guru agar tercipta proses pembelajaran yang aktif dan kreatif. Dalam Undang-undang No 14 Tahun 2005 Pasal 10 ayat (1), guru dituntut untuk memiliki beberapa kompetensi yang mendukung profesinya sebagai guru. Kompetensi tersebut adalah: kompetensi pedagogik; kompetensi kepribadian; kompetensi sosial; dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut yang akan menjadi bekal guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 16 Tahun 2007 mengenai kompetensi guru menekankan bahwa seorang guru harus mampu mengelola pembelajaran agar dapat memberikan pemahaman kepada siswa. Strategi dan pendekatan yang tepat sangat diperlukan agar guru mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa agar lebih menarik.

Strategi pembelajaran digunakan untuk mempermudah pelaksanaan proses pembelajaran dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang tepat menjadi peranan penting dalam memenuhi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tetapi kenyataannya, masih terdapat guru yang belum memahami penggunaan strategi pembelajaran dan guru hanya memasuki ruang kelas memberikan tugas lalu meninggalkan kelas (Observasi, 8 September 2016). Kondisi pembelajaran seperti ini menyebabkan siswa cenderung tidak memiliki ketertarikan belajar di kelas dan waktu belajar siswa menjadi sia-sia, sehingga siswa cenderung mengisi jam kosong tersebut dengan hal yang kurang bermanfaat.

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan strategi yang menekankan pada kemampuan verbal. Pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran langsung (direct instruction) dan merupakan aliran belajar behavioristik yang menekankan pada pemahaman bahwa perilaku manusia terkait antara stimulus dan respons. Strategi pembelajaran ekspositori merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centered approach) sehingga peran guru sangat dominan dalam pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada siswa karena guru sebagai pemberi stimulus. Hal ini berdampak pada siswa terutama siswa yang pasif. Untuk mengatasi siswa yang pasif, guru perlu memberikan arahan dan motivasi agar siswa lebih aktif.

Pendidikan Agama Buddha (PAB) pada jenjang sekolah formal dilaksanakan di sekolah melalui mata pelajaran PAB. Proses pembelajaran PAB diarahkan pada peningkatan penguasaan pengetahuan, pengembangan sikap, dan keterampilan, sehingga siswa diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai baik sesuai ajaran Buddha. Siswa sebelum mengamalkan ajaran Buddha di dalam masyarakat harus menguasai materi pembelajaran. Pernyataan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Buddha bagian pertama pasal 1 ayat (1), menyatakan bahwa pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

Berdasarkan hal di atas, pendidikan agama dilakukan untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan sesuai dengan agamanya. Guru dalam PAB diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa sehingga dapat memahami ajaran Buddha secara teori maupun praktik. Hal ini dapat membantu pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif sesuai tujuan.


Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama Tahun 2018
Menandai dimulainya HAB, kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman kampus STABN Sriwijaya pada pagi hari pukul 07.30 WIB
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 1
Hari ini : 75
  Kemarin : 107
  Minggu ini : 688
  Minggu Kemarin : 579
Bulan kemarin : 2802
  Total : 161691
 
Berita
 
 
Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiwa Baru STAB NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2017-2018
Hari pertama dan hari kedua PKKMB dilaksanakan di Aula Lantai III STABN Sriwijaya, hari ketiga mereka outbound
   
STABN Sriwijaya Mendidik Mahasiswa Buddhistik dan Berbudi Luhur (Wisuda Sarjana X STABN Sriwijaya)
Acara wisuda diisi juga dengan berbagai acara kesenian, diantaranya yaitu Paduan Suara, Tari Gending Sriwijaya, dan Tari Pundarika
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SMK TRI RATNA JAKARTA
Peneliti mengharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran kepemimpinan kepala sekolah bercirikan Buddhis & dapat menjadi referensi
   
PERILAKU KEAGAMAAN SISWA BUDDHIS DI SMA NEGERI 1 DONOROJO KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH
Perkembangan keagamaan pada usia remaja menjadi hal menarik untuk diperbincangkan. Usia remaja merupakan masa-masa dimana remaja mengalami kebingungan
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA