Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat dan Sukses Wisuda Sarjana XII STABN Sriwijaya Tangerang Banten   |    Call for Papers Jurnal Sati Sampajanna No. 7 Tahun 2018, kirimkan artikel Anda ke jurnal.satisampajanna@gmail.com , keterangan lebih lanjut silahkan ke kolom PUBLIKASI P3M   |    Selamat datang di STABN Sriwijaya "Buddhistik Unggul Berkarakter". Anda memasuki wilayah Zona Integritas: bebas dari korupsi dan bebas dari gratifikasi    |    STOP PUNGLI !!! Kami TOLAK PUNGLI !!! Ada pungutan liar, laporkan ke: lapor@saberpungli.id ; Call Center: 0821 1213 1323; SMS: 1193 / 0856 8880 881 / 0821 1213 1323; Fax.: 021-345 3085   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Kuliah Jarak Jauh
Area Mahasiswa  -  Dosen
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi
 
Artikel
 
 
BENTUK INTERAKSI SOSIAL SISWA DALAM KELAS INTEGRASI DI SD INSAN TERATAI TANGERANG
07-02-2018 | dibaca 140 X

BENTUK INTERAKSI SOSIAL SISWA DALAM KELAS INTEGRASI
DI SD INSAN TERATAI TANGERANG

Agung Riyanto
22agungriyanto@gmail.com


Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap orang dituntut untuk hidup bersama dan berdampingan dengan orang lain dalam upaya pencapaian tujuan cita-citanya. Oleh karena itu, tanpa bantuan orang lain setiap manusia tidak dapat meneruskan keberlangsungan hidup untuk mencapai kebutuhan sebagai makhluk sosial. Salah satu aktivitas sosial yang terjadi di masyarakat yaitu dengan melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan langkah awal dalam proses terjadinya hubungan sosial yang baik antara individu dengan individu lainnya.

Soerjono Soekamto (2007: 55) menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara orang-orang dengan perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. interaksi sosial sangat penting untuk diberikan kepada setiap individu sebagai bekal dalam proses berinteraksi sosial, dalam interaksi terdapat macam-macam interaksi sosial. Herimanto dan Winarno (2009: 52) menyatakan bahwa syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi yang dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu: interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Gerungan (2010: 194) menyatakan bahwa terdapat bentuk-bentuk interaksi sosial yaitu: interaksi antarstatus, interaksi antar kepentingan, interaksi antarkeluarga, dan interaksi antarpersahabatan.

Interaksi sosial yang terjadi di SD Insan Teratai terjadi karena adanya beberapa penaruh dari siswa, guru, dan lingkungan. Elly M. Setiadi dan Usman Kolip (2011: 67) menyatakan beberapa faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya interaksi sosial manusia di antaranya: imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Imitasi merupakan tindakan manusi yang meniru tingkah pekerti orang lain yang berada di sekitarnya. Sugesti dipahami sebagai tingkah laku yang memahami pola-pola yang berada di dalam dirinya, yaitu ketika seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dalam dirinya lalu diterimanya dalam bentuk sikap dan prilaku tertentu. Identifikasi timbul ketika seseorang mulai sadar bahwa di dalam kehidupan ini ada norma-norma atau peraturan-peraturan yang harus dipenuhi, dipelajari atau ditaatinya. Simpati merupakan faktor tertariknya seseorang atau sekelompok orang terhadap sekelompok orang lain.

Interaksi sosial di SD Insan Teratai dapat diketahui dari kegiatan yang telah diterapkan di sekolah tersebut yaitu kelas integrasi. Trianto (2013: 6) menyatakan bahwa kelas integrasi merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistis agar suatu kesatuan lebih daripada sekadar kumpulan bagian dan autentik atau dapat dipercaya.

Menurut Mohamad Syarif Sumantri (2016: 105) kelas integrasi merupakan pembelajaran yang menggabungkan bidang studi dengan cara menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling berhubungan di dalam beberapa bidang studi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan perpaduan bidang studi agar siswa memperoleh keterampilan-keterampilan dan tindakan prilaku yang baik.

Kelas integrasi yang dilakukan memiliki kelebihan diantaranya menurut Zubaedi (2011: 268) kelas integrasi mempunyai kelebihan yaitu mampu menjadikan siswa menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan agar mampu mengenal, menyadari atau peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya prilaku. Kelas integrasi tersebut dilakukan dengan menikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan. Miftahul Huda (2013: 222) menyatakan langkah-langkah dalam pelaksanaan kelas integrasi di antaranya, guru membentuk kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari beberapa kelas yang berbeda, guru memberikan wacana sesuai dengan materi pembelajaran, siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan jawaban dari soal yang diberikan secara bersama-sama, siswa mempersentasikan hasil diskusi kelompok sesuai dengan hasil yang diperoleh dengan anggota kelompoknya, guru memberikan penguatan, guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan.

Berdasarkan pada identifikasi masalah, maka peneliti memfokuskan masalah pada interaksi sosial siswa di SD Insan Teratai di Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang Banten. Adapun tujuan penelitian ini secara operasional adalah mendeskripsikan bentuk interaksi sosial siswa dalam kelas integrasi di SD Insan Teratai.

Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Pembukaan KKN XII / 2018, Ketua STABN: “Small is Beautiful”
Pembukaan KKN XII Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Ketua STABN Sriwijaya
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 1
Hari ini : 104
  Kemarin : 137
  Minggu ini : 1022
  Minggu Kemarin : 1145
Bulan kemarin : 3869
  Total : 192841
 
Berita
 
 
Pengumuman Seleksi dan Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
Pengumuman Seleksi dan Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama Tahun 2018
   
Aksi Nyata Posko IV (KKN XII Tahun 2018)
Posko IV mempunyai enam program pokok, satu program penunjang, dan lima program tambahan
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
EFEKTIVITAS TEKNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII SMP JAYA MANGGALA TANGERANG BANTEN
Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Siswa secara langsung dapat aktif dalam gerakan maupun komunikasi dan mampu mengingat pembelajaran yang baik
   
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT ORANGTUA MENYEKOLAHKAN ANAK DI NAVA DHAMMASEKHA KARUNA
Fungsi dari TK adalah untuk membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA