Untitled Document
Bisa Kami Bantu ?  
form informasi
DUMAS
 
Kontak & Lokasi Kampus
 
 
 
Untitled Document
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2562 BE / 2018 “Kasih Waisak Sejukkan Dunia”   |    Selamat menunaikan ibadah puasa 1439 H., Marhaban Yaa Ramadhan   |    Call for Papers Jurnal Sati Sampajanna No. 7 Tahun 2018, kirimkan artikel Anda ke jurnal.satisampajanna@gmail.com , keterangan lebih lanjut silahkan ke kolom PUBLIKASI P3M   |    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, silahkan mendaftar   |   
 
 
Untitled Document
Pendaftaran Online
Program Kuliah Jarak Jauh
Area Mahasiswa  -  Dosen
Program Reguler
Area Mahasiswa  -  Dosen
Alumni
Beasiswa
Galeri
Publikasi
 
Artikel
 
 
EFEKTIVITAS METODE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS VIIA DI SMP DHARMA WIDYA TANGERANG TAHUN AJARAN 2016/2017
06-02-2018 | dibaca 65 X

EFEKTIVITAS METODE NUMBERED HEADS TOGETHER
UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
KELAS VIIA DI SMP DHARMA WIDYA TANGERANG
TAHUN AJARAN 2016/2017

Agung Prasetiyo
agungprastyio@gmail.com


Pendidikan merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang guna mempersiapkan masa depan. Pendidikan yang berkualitas dapat diperoleh dengan keterpaduan banyak unsur, salah satunya yaitu peran guru. Guru harus menanamkan nilai-nilai karakter dalam setiap pembelajaran kepada siswa. Nilai karakter tersebut antara lain: jujur, toleransi, displin, kerja keras, kreatif, religius, mandiri, dan tanggung jawab. Hasan (2010: 10) menyatakan bahwa tanggung jawab adalah sikap dan prilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Tanggung jawab siswa sebagai pelajar adalah belajar dengan baik, mengerjakan tugas sekolah, disiplin dalam menjalani tata tertib sekolah. Hal ini berarti setiap siswa wajib dan mutlak melaksanakan tanggung jawab tersebut tanpa terkecuali. Romia Hari Susanti (2015: 48) menjelaskan bahwa kesadaran akan tanggung jawab bukan merupakan suatu sikap genetik yang sudah ada pada setiap individu sejak lahir, melainkan perlu ditumbuhkan melalui adanya pembiasaan. Sikap tanggung jawab hendaknya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar kelak menjadi orang yang bertanggung jawab.

Guru harus pandai menerapkan metode pembelajaran kooperatif agar kegiatan belajar lebih menyenangkan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy menyatakan bahwa pendidik harus lebih kreatif dalam mengajar. Penerapan metode-metode baru yang inovatif perlu dilakukan oleh pendidik, sehingga pendidik tidak lagi menggunakan metode ceramah dalam kelas. Metode ceramah dinilai paling buruk, karena pembelajaran hanya berpusat pada pendidik. Siswa hanya mendengarkan penjelasan guru sehingga pembelajaran berpusat pada guru dan siswa lebih banyak bersifat pasif. (http://makassar.tribunnews.com/2017/01/20/mendikbud-imbau-guru-hindari-mengajar-dengan-metode-ceramah)

Pada kenyataannya belum semua metode pembelajaran yang diterapkan efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter khususnya tanggung jawab. Fenomena yang terjadi di Sekolah Dharma Widya menunjukkan tanggung jawab siswa masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya kesadaran siswa untuk membuang sampah pada tempatnya yang mengakibatkan lingkungan sekolah menjadi kotor. Selain itu, terdapat siswa yang tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Akibatnya siswa diberi sanksi tidak diperbolehkan mengikuti proses pembelajaran dan harus mengerjakan PR tersebut di luar kelas. Selain itu, siswa yang mengerjakan PR melanjutkan proses pembelajaran di dalam kelas hingga pelajaran berakhir (Observasi, 24 Januari 2017). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru Pendidikan Agama Buddha (PAB) SMP Dharma Widya pada hari Selasa, 24 Januari 2017, terdapat beberapa masalah yang ada di dalam kelas VIIA, antara lain: kurangnya kemandirian siswa, sikap sosial, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap guru dan sesama siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran aktif dan kooperatif untuk mengatasi rendahnya tanggung jawab siswa.

Pembelajaran kooperatif mengutamakan peran aktif siswa (student center) sehingga siswa lebih banyak beraktivitas dan tidak merasa bosan saat belajar. Slavin (2008: 5) menyatakan bahwa metode pembelajaran kooperatif mengondisikan siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu dalam mempelajari materi pelajaran. Metode Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu bagian dari pembelajaran kooperatif. Lie (2008: 59) berpendapat bahwa tipe NHT dikembangkan oleh Spencer Kagan tahun 1992 yang merupakan tipe cooperative learning dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang tepat. Pada dasarnya metode ini melatih siswa untuk melaksanakan tanggung jawab individunya sebagai anggota kelompok. Penerapan metode NHT ini diharapkan mampu meningkatkan tanggung jawab siswa pada mata pelajaran PAB. Trianto (2007: 62) mengartikan metode NHT atau penomoran berpikir bersama adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Tipe pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk berinteraksi antar teman sebayanya sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Pada dasarnya metode ini melatih siswa untuk melaksanakan tanggung jawab individunya sebagai anggota kelompok. Penerapan metode NHT ini diharapkan mampu meningkatkan tanggung jawab siswa pada mata pelajaran PAB. Penulis melakukan penyelesaian masalah pembelajaran tersebut menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas VIIA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Tujuan yang dilakukan adalah agar siswa kelas VIIA di SMP Dharma Widya dapat meningkatkan tanggung jawab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha melalui penerapan metode NHT.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis membatasi dan memfokuskan penelitian pada efektivitas metode NHT untuk meningkatkan tanggung jawab siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas VIIA di SMP Dharma Widya Tangerang Tahun Ajaran 2016/2017. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan efektivitas metode NHT untuk meningkatkan tanggung jawab siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas VIIA di SMP Dharma Widya Tangerang Tahun Ajaran 2016/2017.


Selengkapnya, silahkan unduh

 
 
Profil Bulan Ini
 
 
Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama Tahun 2018
Menandai dimulainya HAB, kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman kampus STABN Sriwijaya pada pagi hari pukul 07.30 WIB
   
 
 
 
     
 
Alumni Sukses
     
 
 
 
 
     
Untitled Document
 
    JUMLAH PENGUNJUNG
 
  Online : 2
Hari ini : 76
  Kemarin : 114
  Minggu ini : 852
  Minggu Kemarin : 746
Bulan kemarin : 3766
  Total : 173016
 
Berita
 
 
STABN Sriwijaya Memeriahkan Gema Waisak 2018
Gema Waisak 2562 B.E./2018 dimeriahkan oleh personil dari STABN Sriwijaya
   
Tari Gending Sriwijaya Membuka Semarak Gema Waisak 2562 B.E./2018
Tarian Gending Sriwijaya membuka Semarak Gema Waisak
   
 
 
 
     
 
Artikel
     
 
EFEKTIVITAS TEKNIK HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS VIII SMP JAYA MANGGALA TANGERANG BANTEN
Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Siswa secara langsung dapat aktif dalam gerakan maupun komunikasi dan mampu mengingat pembelajaran yang baik
   
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT ORANGTUA MENYEKOLAHKAN ANAK DI NAVA DHAMMASEKHA KARUNA
Fungsi dari TK adalah untuk membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan
   
 
 
 
     
    All Right Reserved © STABN SRIWIJAYA